Bulan ini bulan mei, pada bulan ini 27 tahun yang lalu
telah lahir seorang anak laki2 yang tidak akan pernah menyangka apa yang akan
terjadi padanya selama didunia, ya siapa yang pernah menyangka akan jalan
hidupnya kedepan nanti kan?
Setelah melewati berbagai ujian mulai dari SD, SMP, SMA,
dan Kuliah, bahkan ujian masuk kerja, inilah ujian yang sebenarnya, menghadapi
berbagai manusia dengan berbagai hasil ujian yang telah dilewatinya dengan
latarbelakang yang pastinya jelas berbeda. Ujian menghadapi karakter orang
dengan beragam lingkungan yang pastinya tidak selalu sesuai dengan harapan
kita. Jauh dari berbagai ujian tadi, hal tersebut sebenarnya lebih untuk
menguji seberapa kuat karakter kita, seberapa kuat prinsip kita, dan menegaskan
pola pikir kita yang selama ini sudah teruji di berbagai tingkat pendidikan.
Dari berbagai karakter, prinsip, dan pola pikir tadi,
manusia tidaklah mungkin lepas dari keadaan yang membuat ‘galau’ seperti
layaknya seorang manusia yang beranjak dewasa dari fase remaja, pasti melewati
fase ‘alay’ dengan berbagai definisi yang berbeda-beda. Ya kegalauan ini
menurut saya sangatlah wajar, wajar karena buat saya pribadi dengan serangkaian
ujian yang sudah dilalui dengan berbagai fase tadi. Buat saya sebagai laki-laki
yang berumur lebih dari 25 tahun dan telah memiliki pekerjaan tetap, kemudian
apa target yang harus saya capai selanjutnya? Apa yang harus menjadi semangat
saya untuk menjalani hidup selanjutnya? Inilah yang membuat saya galau tahun
ini, sebenarnya sih sudah dimulai pada saat masuk kerja, yang saat itu juga
merasakan kehilangan arah tujuan yang sudah saya targetkan dan saya rencanakan
saat pertama lulus kuliah. Tapi inilah hidup, ujian baru datang lagi, galau
lagi..
Setelah berhasil menghadapi kegalauan yang sebelumnya --
kegalauan karena masalah asmara yang cukup lama menggila yang sekarang udah pergi
jauh seiring berjalannya waktu, seiring bertambahnya usia--, kegalauan baru
datang sekaligus. Kegalauan baru ini hadir dengan 3 pilihan ‘ah’. SekolAH, rumAH,
atau menikAH?? Ya, terlalu serakah dan tidak mengukur kemampuan diri rasanya
kalau saya memilih untuk ketiganya dapat saya raih sekaligus dalam satu waktu.
Kalau kata seorang teman, saya harus fokus dengan satu tujuan, agar setiap
langkah yang diambil memiliki arti yang sama, yaitu tujuan tadi. Dari mulai
do’a dan bentuk segala bentuk ikhtiarnya.
biar agak seru, coba di skip dulu ya kelanjutannya.. *padahal belum ada bahan*
No comments:
Post a Comment