11 December 2013

tinggal 2 "ah"



pada postingan saya sebelumnya, saya dihadapkan dengan kegalauan yang bertubi. galau itu galau 'AH' yang berjumlah 3... Sekolah, Rumah, Menikah... tapi alhamdulillah, tepatnya tanggal 7 September kemarin dengan senang hati saya menghancurkan satu galau yang dibantu oleh seorang guru muda cantik.. berkatnya, saya berhasil untuk memantapkan diri untuk menyempurnakan agama melalui jalan pernikahan. Yah, alhamdulillah saya sudah menikah yah... hahahahaa...

udah lama banget pengen cerita disini, tentang bagaimana perjalanan kami berdua sampai akhirnya menikah, mulai dari kenalan di atas becak di Solo, timbul-tenggelam karena 'kesibukan' masing-masing, sampai akhirnya bertemu kembali dan hampir tenggelam (secara harfiah) di sebuah kolam renang bilangan ancol, diskusi serius, dan akhirnya memutuskan menikah.

proses menikah ini pun bisa menjadi cerita tersendiri, mulai dari memulai komitmen, melamar, acara lamaran, nyiapin ini-itu (prewedd, seserahan, mahar, dll), resepsi di Sentul, unduh mantu di Cilegon, dan lain sebagainya. itu bisa menjadi bahan posting yang cukup menarik, khususnya buat saya pribadi.. tapi lagi2 pekerjaan yang menyita cukup waktu dan perjalanan jakarta - sentul yang menghabiskan seperempat hari sendiri untuk bulak-balik ini bikin tambah gila karena saya belum bisa mengefektifkan waktu di angkutan umum agar lebih produktif lagi..

tapi mungkin ga ada salahnya klo saya sharing beberapa dokumentasi acara kami kemarin, semoga...


16 May 2013

3 ‘ah’ yang bikin galau

Bulan ini bulan mei, pada bulan ini 27 tahun yang lalu telah lahir seorang anak laki2 yang tidak akan pernah menyangka apa yang akan terjadi padanya selama didunia, ya siapa yang pernah menyangka akan jalan hidupnya kedepan nanti kan?

Setelah melewati berbagai ujian mulai dari SD, SMP, SMA, dan Kuliah, bahkan ujian masuk kerja, inilah ujian yang sebenarnya, menghadapi berbagai manusia dengan berbagai hasil ujian yang telah dilewatinya dengan latarbelakang yang pastinya jelas berbeda. Ujian menghadapi karakter orang dengan beragam lingkungan yang pastinya tidak selalu sesuai dengan harapan kita. Jauh dari berbagai ujian tadi, hal tersebut sebenarnya lebih untuk menguji seberapa kuat karakter kita, seberapa kuat prinsip kita, dan menegaskan pola pikir kita yang selama ini sudah teruji di berbagai tingkat pendidikan.

Dari berbagai karakter, prinsip, dan pola pikir tadi, manusia tidaklah mungkin lepas dari keadaan yang membuat ‘galau’ seperti layaknya seorang manusia yang beranjak dewasa dari fase remaja, pasti melewati fase ‘alay’ dengan berbagai definisi yang berbeda-beda. Ya kegalauan ini menurut saya sangatlah wajar, wajar karena buat saya pribadi dengan serangkaian ujian yang sudah dilalui dengan berbagai fase tadi. Buat saya sebagai laki-laki yang berumur lebih dari 25 tahun dan telah memiliki pekerjaan tetap, kemudian apa target yang harus saya capai selanjutnya? Apa yang harus menjadi semangat saya untuk menjalani hidup selanjutnya? Inilah yang membuat saya galau tahun ini, sebenarnya sih sudah dimulai pada saat masuk kerja, yang saat itu juga merasakan kehilangan arah tujuan yang sudah saya targetkan dan saya rencanakan saat pertama lulus kuliah. Tapi inilah hidup, ujian baru datang lagi, galau lagi..

Setelah berhasil menghadapi kegalauan yang sebelumnya -- kegalauan karena masalah asmara yang cukup lama menggila yang sekarang udah pergi jauh seiring berjalannya waktu, seiring bertambahnya usia--, kegalauan baru datang sekaligus. Kegalauan baru ini hadir dengan 3 pilihan ‘ah’. SekolAH, rumAH, atau menikAH?? Ya, terlalu serakah dan tidak mengukur kemampuan diri rasanya kalau saya memilih untuk ketiganya dapat saya raih sekaligus dalam satu waktu. Kalau kata seorang teman, saya harus fokus dengan satu tujuan, agar setiap langkah yang diambil memiliki arti yang sama, yaitu tujuan tadi. Dari mulai do’a dan bentuk segala bentuk ikhtiarnya.

biar agak seru, coba di skip dulu ya kelanjutannya.. *padahal belum ada bahan*

28 February 2013

Menentukan Arah

Selamat siang para pemirsa,

Saya mau sedikit bicara tentang hidup, tentang tujuan hidup.. ini hasil diskusi di sebuah restoran hotel dengan seorang teman dekat saya, (pernah) dekat sekali. pada saat diskusi ini berlangsung saya sebenernya masih agak mengharapkan kembali situasi kedekatan dengan teman saya ini, sebut saja ia "E" (bukan nama sebenernya). Saat itu saya sedang merasa jenuh dengan hidup saya, dan ketika E bertanya, "apa sih yang lagi kamu mau?" saya langsung spontan jawab, "mati". Rasanya emang saat itu saya lagi ga mau apa-apa, rasanya apa yang saya mau (dengan sangat) berakhir dengan kecewa, berakhir dengan rasa menyesal telah mengharapkan dan membayangkan terlalu jauh dengan apa yang saya mau.

Rasa kecewa hadir memang ketika apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, dan saat harapan itu menjadi tujuan kita. Saat ini saya sungguh tidak tau musti mengharapkan apa, harus memiliki tujuan seperti apa.. dan setelah saya bercerita tentang kegalauan saya itu, si E bilang,

"kalo kamu tidak bisa membuat tujuan hidup kamu sendirian, mungkin kamu butuh teman untuk bisa menentukan tujuan hidup bersama-sama, kamu butuh segera punya pendamping".

Jawaban yang sederhana namun menyiksa batin saya seketika, bukan apa-apa.. kalimat itu datang dari seorang yang tau saya masih suka dengannya, masih mengharap kebersamaan dengannya... aah.. tapi klo ditelaah ada benarnya juga pernyataan si E ini. Berlaku bagi siapapun, jika sudah bingung menentukan arah tujuan kendaraannya, hidupnya, mereka butuh teman yang bisa mengarahkan, bisa menentukan bersama arah tujuannya dan itu rasanya lebih asik. Seperti supir yang butuh kenek, pilot yang butuh co-pilot, atau seorang pembalap yang butuh navigator disampingnya.


Tapi tidak semudah itu menentukan, menunjuk siapa kenek saya, siapa navigator hidup saya.. karena jika tujuannya tidak sama, atau rumusan tujuannya tidak sejalan dengan saya atau kenek saya kelak, bisa-bisa kendaraan yang saya pakai mengarungi rimba hidup ini terlantar, ditinggalkan dan kemudian usang.. itu jelas bukan tujuan saya..

16 February 2013

fokus saja dulu

Seharusnya ada tulisan pembuka sebelum tulisan ini, tulisan tentang rumah, sekolah,nikah.. tapi entah kenapa di draft ga ada. Tp ga ada hubungannya juga sih sm tulisan yg sekarang,, atau ada? Kalian lah yang jawab, jangan gw..

Kalian pasti tahu, setiap manusia selalu memiliki keinginan, keinginan memiliki sesuatu, keinginan meraih sesuatu, atau keinginan membuang sesuatu yang tidak lagi berguna.. tapi kadang kala keinginan kita melebihi batas kemampuan, memaksa keadaan dan bahkan cenderung menghancurkan apa yang kita miliki saat ini.

Sering juga kita memiliki begitu banyak keinginan yang kita ajukan pada Tuhan sampai-sampai mungkin Beliau agak bingung mau mengabulkan yang mana dulu. Gw percaya Tuhan itu maha memberi, tapi kita sebagai manusia jangan terus malah meminta segala yang kita mau tanpa fokus dengan apa yang kita butuhkan, dengan apa yang kita prioritaskan tuk kita raih.

Memiliki mimpi itu sah-sah saja asal kita fokus. Coba kalian liat pilem-pilem yang bertemakan mimpi, pasti cuma satu tujuan akhir yang jadi fokus cerita, ya kan? Itulah yang bikin mimpinya terwujud diakhir cerita dan menjadi laku pilemnya. Coba bayangin klo mimpinya 'seabreg', pasti penonton juga bosan dan pasti ga laku pilemnya.

Makanya kita harus punya target dalam hal pencapaian mimpi kita, tau petanya, tau lobangnya, kita siasati biar mulus jalannya.. ;)

Oke, terlalu ga fokus isi tulisan ini, lebih baik disudahi dan kita tidur, krna besok pagi mau ke nikahan rina.. ;)

Ciamis.

25 January 2013

kejamnya angkutan jakarta

apa sih yang lo cari atau yang pengen lo dapet dari angkutan umum perkotaan seperti di Jakarta atau bahkan seluruh kota di Indonesia?? jawabannya adalah KENYAMANAN. Nyaman itu memiliki arti yang luas, dan rasa aman ada didalam arti nyaman itu tadi..

Beragam jenis tindak kejahatan mulai dari pencopetan hingga pelecehan seksual bagi para penumpang wanita masih sering terjadi di dalam angkutan umum. Belum lupa kan sama kejadian aksi penodongan oleh dua orang yang diduga pengamen yang terjadi di angkot M 06 A dan menewaskan satu orang serta melukai tiga orang lainnya, atau aksi pemerkosaan di atas angkot D-02 jurusan Lebak Bulus-Pondok Labu, atau kejadian di Jalan RC Veteran Bintaro di dalam taksi Primajasa yang menuju Pesanggrahan, Jakarta Selatan?? Ternyata aksi kriminal bukan hanya terjadi di angkutan umum seperti Bus TransJakarta atau Kereta Api, yang jumlah penumpangnya selalu padat. Namun juga di angkutan umum yang jumlah penumpangnya lebih bersifat ekslusif seperti taksi. Gila yaa!!

Dan asal tahu aja, berdasarkan data dari Polda Metro Jaya diketahui, kasus kejahatan paling banyak terjadi di taksi dan angkutan kota (angkot). Dan dalam melancarkan aksinya, para pelaku kejahatan ini engga takut untuk mengancam hingga menghabisi nyawa korban.



Gw sendiri selama hidup di Jakarta sejak akhir tahun 2009. udah ngalamin dua kali jadi -hampir- korban kejahatan. Yang pertama terjadi lebih dari setahun lalu saat gw pulang kantor dan duduk di baris belakang paling kanan dari sebuah angkutan umum berukuran bus mini ke arah Setiabudi, Sudirman. malem itu gw rada ngantuk karena abis lembur sehari sebelumnya. Dua sampai tiga orang naik ke dalam kopaja. satu orang duduk di samping gw, satu lagi duduk didepan gw, dan yang satu lagi duduk di deket pintu. Awalnya mereka bertiga udah langsung ngobrol tentang orang yang -ceritanya- sedang mereka cari. Orang yang disebelah gw langsung sok kenal sama gw, memperkenalkan diri klo mereka baru keluar penjara dan lagi cari orang dari Palembang yang menjebak mereka, dan tunya-tanya asal gw dari mana dll., karena tanpa prasangka buruk, gw nanggepinnya dengan santai.

15 January 2013

SOUNDTRACK: JANUARI

SAKIT,,, yaaa.. gw lagi sakit, baik jiwa, raga, batin, dan lahir... biasanya gw sakit di bulan agustus, ga tau kenapa ini musiman sejak gw ngekost di jogja sana... dan sekarang setelah merantau kembali ke jakarta, kok ritme sakit gw berubah, sempet kemaren ada satu tahun gw ga sakit dan sekarang di awal tahun, di januari gw sakit.. dan begitu gw tau ini bulan januari, langsung aja gw inget lagu ini:

"Berat bebanku...
Meninggalkanmu
Separuh nafas jiwaku
Sirna...

Bukan salahmu
Apa dayaku
Mungkin benar cinta sejati
Tak berpihak
Pada kita

Kasihku
Sampai disini kisah kita
Jangan tangisi keadaannya
Bukan karena kita berbeda

Dengarkan
Dengarkan lagu.....lagu ini
Melodi rintihan hati ini
Kisah kita berakhir di Januari
Selamat tinggal kisah sejatiku"


setelah kemaren sempat menikmati punya pacar lagi, punya TTM lagi, dan akhirnya sekarang kandas (lagi) dan di bulan januari ini kisah kita berakhir... ga enak rasanya klo momen hidup kita itu punya sountrack, apalagi sountrack yang sedih.. aduh.. udah ah daripada tambah menye..