10 May 2015

daftar kebahagiaan 29 tahun..

menjadi tua itu pasti, menjadi lebih baik itu suatu keharusan.. dan merasa bersyukur adalah kepatutan buat kita, setidaknya buat saya.. Alhamdulillah 29 tahun saya berdiri di dunia ini dengan segala kebaikan orang sekitar yang mengantarkan sampai di sini. sudah seharusnya saya berbahagia, kenapa tidak? dan apa yang membuat saya bahagia sampai saat ini?

saya sudah sepatutnya berbahagia, bersyukur. karena apa yang saya inginkan, Allah selalu memberi dengan apa yang saya butuhkan. segala target yang saya buat alhamdulillah dapat saya capai dengan baik. klo dirunut dari saya kecil mungkin terlalu jauh dan panjang. titik baliknya adalah ketika saya harus memilih akan jadi sarjana apa dan dimana. yang terbesit adalah tanah suku jawa yang terkenal dengan biaya murahnya. dengan mengambil jurusan yang awalnya sempat diperdebatkan oleh ibu saya, akhirnya setelah 4,5 tahun saya selesai dan lulus dari Jurusan Teknik Arsitektur, Universitas Gadjah Mada. itulah kebahagiaan saya yang pertama. ketika wisuda bisa disaksikan orang tua dan adik2 dengan sukacita adalah bonus yang menambah kebahagiaan itu sendiri.



Setelah berjibaku dengan bidang arsitektur yang perlu banyak pengorbanan untuk sukses dengan tanpa jaminan yang pasti pada akhirnya karena saya harus "mengembalikan" apa yang sudah orang tua berikan dan adik2 korbankan, saya harus segera mencari jalur yang lebih 'mudah', jalur yang setidaknya membuat orang tua lebih tenang atas hidup saya, untuk adik2 saya. saya mencoba segala test masuk kerja mulai perusahaan BUMN seperti bank sampai perusahaan franchise nasional. dan saat teman2 bergerombol masukan biodata ke kementerian dan ke pemerintah daerah, saya coba ikut2an, dan orang tua saya malah mendukung, padahal saya ga pernah punya cita2 menjadi Pegawai Negeri Sipil, tapi seperti yang saya bilang di awal, atas apa yang saya inginkan, Allah selalu memberi dengan apa yang saya butuhkan. Alhamdulillah menjadi PNS Kementerian Pekerjaan Umum adalah kebahagiaan saya yang kedua karena meskipun memang gajinya setara buruh, tapi saya bisa tahu bagaimana cara pikir bangsa ini setidaknya dari sisi pengembangan wilayah dan infrastruktur.



setelah saya bekerja, aktualisasi diri dengan segala pencapaian yang sudah saya dapat, saya tiba pada saat yang membuat kalut, galau, dan bimbang. yaitu perkara menikah, lanjut kuliah, dan punya rumah. tiga kegalauan yang seharusnya jadi pikiran orang2 yang sudah nyaman bekerja. karena dengan menikah kita dapat lebih  mengukur diri, mengenal diri kita sendiri. dengan melanjutkan kuliah kita bisa memperoleh perspektif baru, ilmu baru yang memperkuat posisi sosial kita dilingkungan kerja, dan dengan memiliki rumah kita punya tempat melepaskan segala kepenatan dunia, kita punya tempat mencipta, menyimpan dan mengingat kenangan, kita punya benda investasi, dan yang terpenting dengan punya ruma kita jadi punya tempat untuk meneduhkan diri dan keluarga kita kelak..

ketiga hal yang membuat saya galau itu tidak bisa diraih dalam sekali waktu, saya harus memilih hal utama yang bisa memberi efek efektif untuk meraih ketiganya. kata orang dengan menikah, segala pintu rejeki akan segera dibuka, dan itu terjadi pada diri saya, alhamdulilah setelah saya memutuskan untuk menikah, keinginan untuk memiliki rumah lebih kuat dan dimantapkan untuk bergerak, segera memutuskan rumah yang pas untuk saya dan istri saya yang alhamdulillah juga tengah mengandung buah hati kami saat itu, Subhanallah, Alhamdulillah... besar dan banyak sekali nikmatmu Allah..

tidak berhenti sampai disitu, keinginan saya untuk melanjutkan kuliah pun dijawab Allah setelah karunia dan rejeki berupa anak laki2 yang sehat dan sempurna diberikan kepada kami. saya mendapat kesempatan melanjutkan belajar di tanah suku jawa lagi, tapi kali ini lebih utara posisinya, di kota Semarang, di Universitas Diponegoro. saat ini saya kuliah mengambil jurusan Pembangunan Wilayah dan Kota, yang semoga menjadi jalan untuk menjadikan kota-kota di indonesia lebih baik, lebih berkonsep dan memiliki arah yang jelas pengembangannya demi mensejahterakan rakyatnya (busyet serius amat yang bagian ini?!).

itulah daftar kebahagiaan yang pada tahun ini sungguh sangat harus saya ingat supaya selalu juga mengingat karunia dan rejeki yang telah diberikan kepada saya, supaya saya selalu bersyukur dan bergerak terus menuju perbaikan diri.. InsyaAllah..