16 May 2013

3 ‘ah’ yang bikin galau

Bulan ini bulan mei, pada bulan ini 27 tahun yang lalu telah lahir seorang anak laki2 yang tidak akan pernah menyangka apa yang akan terjadi padanya selama didunia, ya siapa yang pernah menyangka akan jalan hidupnya kedepan nanti kan?

Setelah melewati berbagai ujian mulai dari SD, SMP, SMA, dan Kuliah, bahkan ujian masuk kerja, inilah ujian yang sebenarnya, menghadapi berbagai manusia dengan berbagai hasil ujian yang telah dilewatinya dengan latarbelakang yang pastinya jelas berbeda. Ujian menghadapi karakter orang dengan beragam lingkungan yang pastinya tidak selalu sesuai dengan harapan kita. Jauh dari berbagai ujian tadi, hal tersebut sebenarnya lebih untuk menguji seberapa kuat karakter kita, seberapa kuat prinsip kita, dan menegaskan pola pikir kita yang selama ini sudah teruji di berbagai tingkat pendidikan.

Dari berbagai karakter, prinsip, dan pola pikir tadi, manusia tidaklah mungkin lepas dari keadaan yang membuat ‘galau’ seperti layaknya seorang manusia yang beranjak dewasa dari fase remaja, pasti melewati fase ‘alay’ dengan berbagai definisi yang berbeda-beda. Ya kegalauan ini menurut saya sangatlah wajar, wajar karena buat saya pribadi dengan serangkaian ujian yang sudah dilalui dengan berbagai fase tadi. Buat saya sebagai laki-laki yang berumur lebih dari 25 tahun dan telah memiliki pekerjaan tetap, kemudian apa target yang harus saya capai selanjutnya? Apa yang harus menjadi semangat saya untuk menjalani hidup selanjutnya? Inilah yang membuat saya galau tahun ini, sebenarnya sih sudah dimulai pada saat masuk kerja, yang saat itu juga merasakan kehilangan arah tujuan yang sudah saya targetkan dan saya rencanakan saat pertama lulus kuliah. Tapi inilah hidup, ujian baru datang lagi, galau lagi..

Setelah berhasil menghadapi kegalauan yang sebelumnya -- kegalauan karena masalah asmara yang cukup lama menggila yang sekarang udah pergi jauh seiring berjalannya waktu, seiring bertambahnya usia--, kegalauan baru datang sekaligus. Kegalauan baru ini hadir dengan 3 pilihan ‘ah’. SekolAH, rumAH, atau menikAH?? Ya, terlalu serakah dan tidak mengukur kemampuan diri rasanya kalau saya memilih untuk ketiganya dapat saya raih sekaligus dalam satu waktu. Kalau kata seorang teman, saya harus fokus dengan satu tujuan, agar setiap langkah yang diambil memiliki arti yang sama, yaitu tujuan tadi. Dari mulai do’a dan bentuk segala bentuk ikhtiarnya.

biar agak seru, coba di skip dulu ya kelanjutannya.. *padahal belum ada bahan*